"SAUDARA ATAU KAWAN SEJATI, SEHIDUP SEMATI"
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan anak Adam dengan harta dan amalnya adalah seperti seseorang yang mempunyai saudara, salah seorang berkatanya: “Aku bersama selama kamu hidup, jika kamu mat maka kamu bukan dariku dan aku bukan darimu, maka itulah hartanya, sedangkan yang lain berkata: “Aku bersamamu, jika kamu sampai ke kuburanmu, maka kamu bukan dariku dan aku bukan darimu, maka itulah anaknya, dan yang lain (yang ketiga) berkata: “Aku bersamamu baik engkau dalam keadaan hidup atau mati, maka itulah amalnya.” HR. Al Baihaqi Syu’abul Iman. 13/85.

Rabu, 29 Oktober 2014

Kisah, Alqur'an Melunakkan Hati Yang Keras

 
Kisah berikut ini adalah kisah tentang seseorang yang memiliki hati yang keras, mudah membunuh, zalim, dan sifat-sifat kejam lainnya, kisah ini adalah kisah Hajjaj bin Yusuf.
Hajjaj adalah gubernur Irak di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, sebelumnya ia adalah gubernur Madinah. Hajjaj dikenal sebagai pemimpin zalim dan sangat mudah menumpahkan darah rakyatnya. Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, amibisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Alquran.” Ada yang mengatakan, Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3000 jiwa di antara nyawa yang ia hilangkan adalah seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair dan seorang tabi’in Said bin Jubair. Hajjaj wafat pada tahun 95 H.
Dengan rekam jejak yang kelam itu, sangat jarang kita mendengarkan kisah yang baik dari perjalanan kehidupan Hajjaj bin Yusuf. Namun siapa sangka, ternyata ia sangat mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Alquran.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata, “Hajjaj pernah berkhutbah di hadapan kami, dia berkata, ‘Wahai anak Adam, sekarang kamu dapat makan, tapi besok kamu akan dimakan’. Kemudian dia membaca ayat, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). Kemudian ia menangis hingga air matanya membasahi surbannya. Inilah bahasa Alquran, inilah kalamullah, yang mampu menghancurkan gunung yang kokoh, karena takut dan tunduk kepada Allah.
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
Seandainya Alquran ini Kami turunkan kepada gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. (QS. Al-Hasyr: 21)
Tafsir ayat:
Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah kabar umum yang universal dan berlaku bagi seluruh makhluk, bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dalam firman-Nya disebutkan,
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فانٍ . وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar- Rahman: 26-27)
Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, yang akan abadi dan kekal, dan Dia adalah Maha Akhir sebagaimana Dia yang Maha Awal.
Ayat ini mengandung peringatan bagi seluruh manusia, karena manusia pasti akan mati. Apabila batas waktunya berakhir, maka manusia akan dikembalikan kepada Rabb mereka dengan amalan mereka masing-masing. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kiamat dan akan membalas seluruh amal perbuatan semua makhluk. Oleh karena itu, setelah berfirman bahwa semua manusia akan mati, Allah lanjutklan firman-Nya
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185)
Pelajaran dari kisah:

    Orang yang dikenal sangat zalim pun masih menangis mendengar ayat-ayat tentang kematian, bagaimana dengan kita? Apakah hati kita merasa takut dan bergetar ketika mendengar ayat-ayat tentang kematian? Atukah hati kita lebih keras dari pada gunung?
    Tidak boleh men-cap seseorang yang senantiasa berbuat keburukan sebagai penghuni neraka. Sebagaimana Hajjaj -kita serahkan kepada Allah keadaannya di akhirat-, dikatakan Hajjaj pernah berdoa di akhir hayatnya “Ya Allah ampunilah aku, walaupun manusia menyangka Engkau tidak mengampuniku.”
    Allah menjadikan Alquran itu mudah untuk ditadabburi bagi orang-orang yang ingin merenungkan kandungan maknanya.
    Seseorang hendaknya mengamalkan apa yang ia ketahui dan ia dakwahkan. Sebagaimana Hajjaj yang mengetahui bahwa Allah akan menghisab amalan manusia, hendaknya ia berbuat kebaikan sebagai realisasi dari apa yang ia ketahui dan yakini.
    Hajjaj memang pemimpin yang zalim dan mudah membunuh, tapi dari sisi keyakinannya terhadap Alquran ia lebih baik daripada orang-orang liberal yang tampil bersahaja namun mengingkari ayat Alquran yang bertentangan dengan akal mereka dan menafsirkannya sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Menjadi Liberal Tanpa Sadar



"Menjadi Liberal Tanpa Sadar"
oleh: AU Shalahuddin Z
ADA lima paham berbahaya yang patut dicurigai umat Islam, yang selama ini sudah digencarkan sebagai bentuk penjajahan model baru (neokolonialism) dengan cara menyebarkan ide-ide pemikirannya (ghazwul fikr) terhadap negara-negara lain secara global (globalisasi). Di antaranya;
• nihilisme (sederhananya, pengingkaran terhadap tuhan)
• relativisme (tidak ada kebenaran yang mutlak)
• anti-otoritas (tidak ada klaim kebenaran)
• pluralisme-multikulturalisme (tidak ada yang paling benar)
• equality (kesetaraan)
• feminisme/gender (tidak ada yang fitrah antara laki-laki dan perempuan).
Serbuan paham liberalisme dan relativisme mengguyur umat Islam sampai tak terasa membedakan; tauhid-syirik, haq – bathil, antara iman dan kufur.
Beberapa contoh pernyataan yang terpengaruh paham relativisme adalah seperti ini;
“Manusia itu relatif hanya Tuhan yang mutlak. Jadi, hanya Tuhan saja yang paham kebenaran, sehingga manusia tidak boleh merasa benar sendiri.”
“Meski dia bertato dan merokok, tapi dia seorang milyuner dan dikenal dermawan.”
“Jangan liat chasing nya…..orang begajulan juga bisa sukses, daripada berhijab tapi korupsi.”
Inilah salah satu paham relativisme kebenaran. Cara berpikir relativisme sebenarnya paradoks dengan ucapannya sendiri. Alih-alih opininya benar, namun sesungguhnya ia hanyalah menjadi pembela tanpa celah.
Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya.
Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.
Karena skeptis dan ‘Menjadi Liberal Tanpa Sadar’, orang sudah tak jernih dan tak mampu mana haq dan mana bathil. Maka, orang berzina, menenggak alkohol, menjual barang haram, pelaku kejahatan, perilaku menyimpang tidak akan dianggap SALAH dan JAHAT, kecuali banyak orang sepakat menyebutnya SALAH dan JAHAT. Semua relatif, dan semua diserahkan “kesepakatan” yang berlaku dan nilai “kepantasan”.
Bagi pembela paham liberalisme, tidak penting kerudung-dan jilbabnya karena itu hanya kulit, tapi yang penting baik (isinya). Bagi penganut liberal, tidak penting syariatnya (kulitnya), sebab yang penting hasilnya (isinya).
Bagi kaum liberal juga, tidak penting shalat (karena itu kulit), tapi yang penting ingat Allah (isinya) atau amalnya. Begitulah cara mereka berfikir.
Padahal Islam mengarahkan setiap pribadi manusia untuk membina fisik dan jiwanya secara sempurna dan seimbang, tidak timpang pada salah satunya. Karena itu, Islam menyeru umatnya berpegang dengan akhlak mulia, sebagaimana
suri teladan umat ini yaitu Rasulullah yang telah disifati oleh Allah dengan firman-Nya;
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang mulia.” (QS. Al Qalam: 4)
Sa’ad bin Hisyam pernah bertanya kepada ‘Aisyah rodhiAllahu ‘anha tentang akhlak Rasulullah, maka ‘Aisyah rodhiAllahu ‘anha menjawab, “Akhlak beliau adalah Al Quran.” Lalu Sa’ad berkata, “Sungguh saya ingin berdiri dan tidak lagi menanyakan sesuatu yang lain.” (HR. Muslim)
Jadi ukuran “baik” dan “buruk” bagi umat Islam adalah akhlaq mulia berdasarkan Al-Quran, bukan hanya karena suka berderma atau sekedar sopan. Tak ada artinya di hadapan Allah orang yang sopan, kalem, suka berderma jika semua kegiatannya masih dilarang Allah.
Di Al-Quran, dua kata yang sering muncul bergandengan adalah IMAN dan AMAL SHALIH.
“Beriman dan beramal shalih” merupakan salah satu frase yang paling sering digunakan al-Qur’an. Konsep “iman” disebut bersamaan dengan konsep “amal shalih” di 71 tempat dalam al-Qur’an, empat di antaranya disebut bersamaan pula dengan konsep “taubat”.
Keterkaitan dua konsep itu diungkapkan secara bervariasi dan yang paling kerap dipakai adalah redaksi “alladzina amanu wa `amilu al-shalihat” yang terulang sebanyak 52 kali,[2] termasuk pada dua surat di muka. Kata “amanu” sendiri terulang 258 kali dalam al-Qur’an, dan kata “`amilu al-shalihat” sendiri terulang 53 kali.
Begitu kerapnya “iman” dan “amal shalih” disebut berbarengan, seolah-olah al-Qur’an hendak memberi isyarat bahwa mereka yang beriman bukanlah orang yang beriman kecuali jika mereka memanifestasikan keyakinan –yang mereka miliki di dalam hati– ke dalam perbuatan tertentu yang –pantas dilabeli predikat– shalih. Amal shalih, demikian Toshihiko Izutsu, secara singkat adalah iman yang diungkapkan sepenuhnya lewat perbuatan luar. Izutsu melukiskan kaitan antara iman dan amal shalih “seperti bayangan yang mengikuti bentuk bendanya”. [dalam Toshihiko Izutsu, “Konsep-konsep Etika Religius dalam Qur’an”, terj. Agus Fahri Husein dkk, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1983, h. 246]
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَـَٔابٍۢ
“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” [Ar Ra'd 29]
Jadi menjadi baik, suka bertetangga, rajin menabung, rajin membantu, baik hati, sopan saja tak cukup dan tidak jadi ukuran di mata Allah. Dia baru dianggap BAIK jika BERIMAN (bertauhid) dan BERAMAL SHALIH (amal/kegiatan/perilakunya harus sesuai syariah).
Bahasa kerennya dalam Islam amal harus meliputi 3 hal; Niat (fikrah/konsep/isinya) harus karena Allah, metode (thariqah/kulitnya) juga harus sesuai Allah dan cara (uslub nya) juga harus diridhoi Allah.
Jadi kalau ada orang kaya baik hati, rajin membantu, tapi dagangannya barang haram (apalagi tidak percaya Allah), amalnya tidak akan dinilai Allah.
Dalam Surat Al-Furqan ayat 23, Allah Ta’ala menegaskan, “..Kami jadikan amal orang-orang kafir sia-sia bagaikan debu yang beterbangan.”
Islam melihat yang benar tetaplah sebuah kebenaran. Yang buruk tetaplah buruk. Tidak bisalah salah satunya dicampur hanya, karena kelihatannya baik.
Jadi jika ada pernyataan;
Berjilbab, rajin shalat tapi korupsi, jelas itu salah dan keliru!
Tidak berjilbab, bertato, (apalagi jika tak rajin shalat, menjual barang haram, jual kodok), meski dia baik hati di mata tetangga, bahkan sumbangan di kas desa paling banyak, maka kekeliruannya jauh lebih besar dari yang pertama!
Semoga kita tak ‘Menjadi Liberal Tanpa Sadar”!

Senin, 20 Oktober 2014

Lebih Banyak Baca Al qur'an Atau Status MedSos ?


“Lebih sering mana.. buka Facebook atau buka al-Qur’an?”
“Lebih lama mana.. baca novel atau baca al-Qur’an?”

    “Andai hati ini bersih.. ia takkan pernah bosan kepada al-Quran”
    (‘Utsman ibn ‘Affan)

seperti buku panduan BB,, kalau ngk ada buku panduannya pasti ngk tau pakainya,, atau tau pakai tp sekedar asal-asalan jadinya bisa rusak..
seperti itu juga hidup,, jika hidup tanpa al-Qur’an bagai hidup di ruangan yang gelap gulita.. berjalan tak tau arah,, atau berjalan namun harus bertabrak-tabrakan :D sebab ianya adalah pelita hidup disini, di dunia yang fana gelap gulita..

Kemuliaan dan kehinaan seseorang itu tergantung sifat sikapnya kepada al-Qur’an..

Dengarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam,

    “Sesungguhnya ALLAH memuliakan derajat suatu kaum, karena kaum itu memuliakan al-Qur’an dan ALLAH merendahkan suatu kaum, karena mereka tidak memperdulikan al-Qur’an.” (HR. Muslim)

Begitu lama kita nongkrong didepan televisi, lalu apakah selama itu kita mau duduk di majelis al-Qur’an?
Begitu sering kita membuka jejaring-jejaring social bahkan sering lupa waktu karenanya, saking asyiknya.. namun pernahkah kita melakukan hal yang sama saat kita membuka al-Qur’an?
Mengapa selain al-Qur’an lebih senang, semangat, dan kuat berlama-lama?
Inilah yang membuat Rasulullah sedih dan mengadukan kepada ALLAH, “ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan” (QS. 25:30)

Ingin berbagi tips kepada para pembaca yang dirahmati ALLAH :)
Readersfillah mau tau bagaimana agar kita betah berjam-jam bersama al-Qur’an??
menjadi lebih kenal, lebih sayang, bahkan selalu rindu ingin bertemu dengan al-Qur’an.. tambah CINTA pada AL-QUR’AN..

Berikut tipsnya : jadilah orang yang pem-BERANI!!

1. BERANI narsis dengan suara sendiri.. baguskanlah suara pada saat membaca al-Qur’an.. nah gimana kalau suara kita ngk bagus?? Cempreeengg abisstt! ngk bernada dan intonasi.. Yup,, saatnya “narsis”.. narsislah dengan suara sendiri!! yah anggap saja suaramu adalah suara terbagus yang pernah ada seantero jagad ini #haha.terlalu :D cari gaya suara yang pas! atau bisa juga lirik-lirik atau ngetes aja suara ala syekh siapa gitu tau qori’, qori’ah yang menurut kamu keren banget suaranya (tp ya memang dimana2 klo baca al-Qur’an pastilah keren), dan cobalah tiru mereka! cari yang pas dan sesuai dengan karakter suara kamu..

2. BERANI belajar tahsin dan ilmu tajwid.. meski lidah, bibir, dan semua anggota mulut ini diobrak-abrik untuk menyesuiakan cara baca yang benar, tetap semangat. biasanya al-Qur’an itu kalau dibaca meski suara kita ngk begitu bagus tapi enak aja kalau dibaca. Apa yang membuat nyaman? Yup, tartil. So, bacalah al Qur’an dengan tartil. Lancarkan baca Al Qur’an yang masih ngeja, pelajari tahsin lagi yang makharijul hurufnya masih beribet. Apa, malas? sibuk? Please dech…. hari gini??

3. BERANI delete lagu-lagu dari MP3 kita dan ganti dengan bacaan al-Qur’an.. (tanpa bermaksud menyama2kan) seperti halnya penyanyi, cobalah mencari murattal yang suaranya kita sukai!! karena benar adanya kalau dengar bacaan al-Qur’an itu bawaannya adem melulu, bisa menjadi sala satu pengobat hati yang sedang gundah gulana (daripada dengar lagu yang mematikan hati mending dengar murratal al-Qur’an yang menghidupkan hati bukan??) Nah kalau sudah dapat murratalnya, jadikan MP3 favorit di hape! digabungkan dengan download-an beberapa ceramah, dan jreng…jreng..jreng.. jadilah aktifitas bersama hape kita tidak sia-sia :) Oia” masih ingatkan dengan booming-nya beberapa lagu-lagu Korea sampai sebegitu tergila-gilanya sama lagu-lagu tersebut, entah itu dari ost. drama korea yang disukai atau memang yang sudah nge-fans gilaaaa’ sama boyband-nya.. heMm” padahalkan yang mendengarkan juga ngk ngerti artinya, ngk tau bahasa korea! Nah, itu yang dimaksud, ngk musti bisa bahasa arab dulu tuk nikmatin lantunan ayat-ayat al-Qur’an :)

4. BERANI khatam! khatamnya tidak hanya bacaan bahasa Arab-nya saja namun beserta dengan artinya juga. Beberapa tips diatas sudah coba dijalani, cara bacanya sudah mulai lancar, suaranya pun semakin bagus, dan semakin senang tidak hanya baca tapi juga mendengarkan al-Qur’an (tambah cinta deh..) Nah sekarang mulai melirik-lirik artinya!! karena sangat luar biasa isinya, narasinya hanya menggunakan narasi deskriptif tapi narasi yang sangat mengagungkan ke-Akbar-an Sang Penulisnya, dengan membaca artinya seolah-olah kita terbawa dan masuk dalam lorong waktu yang membawa kepada masa lalu, masa depan, bahkan keindahan surga dan kengerian neraka juga dapat kita rasakan. Baca artinya dan mentadabburi!

5. BERANI menjadi penghafalnya :)Kini kita sudah mengetahui dengan jelas bahwa ternyata al Qur’an itu sangat lengkap. Semua hal pelik dalam hidup ada disanalah jawabannya. Itulah alasan mengapa kemudian al Qur’an itu diposisikan sebagai petunjuk hidup, bersama as Sunnah. Nah, sekarang tingkatkan interaksinya!!! tidak sekedar mendengar, tidak cuma membaca n mentadabburi maknanya, tapi juga mengahafalkan. Yes, ngapalin Al Qur’an ! Kenapa musti dihapalin?? Karena… karena.. heMm,, karena ada seabrek manfaatnya. Gak percaya? Cobain deh… :) mau tau tipsnya untuk menghafal al-Quran?? apalagi bagi kamu yang merasa sibuk.. silahkan lanjutkan bacaan ke Tips Menghafal al-Qur’an Bagi yang ‘Merasa’ Sibuk

“Say No to be Galauers.. Say Yes to be al-Qur’an Lovers!!” :)

Sabtu, 18 Oktober 2014

1 MENIT UNTUK SURGA



#‎INSPIRASIQU‬
1 MENIT UNTUK SURGA
Syaikh Khalid 'Isa Al-Hakami di sela-sela Daurah Syar'iyyah di Pesantren Arrahman siang kemaren selepas shalat jum'at berjama'ah, kembali memberi taushiah terbaik kepada segenap para mahasantri seputar Fadhilah Shalawat.
Rasulullah SAW pernah bersabda: Barangsiapa yang bershalawat 10 kali di pagi hari dan 10 kali di sore hari maka ia akan mendapatkan Syafa'at Rasulullah di Akhirat kelak. (Al-Hadits)
Dalam hadits yg lain beliau tambahkan, bahwa: Orang yang paling dekat di sisi Rasulullah SAW di Akhirat kelak adalah orang yang paling banyak bershalawat kepada beliau SAW.
Imam Asy-Syathiri yang masih termasuk keluarga Asy-Syaikh pernah bercerita langsung kepada Syaikh Khalid:
Suatu ketika datanglah seorang pemuda kepadaku, yang menderita sakit di mata, hingga menyebabkan bengkak, ia meminta doa atau amalan dari Imam Asy-Syathiri,
Lalu sang Imam pun menyuruhnya utk bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Maka dengan izin Allah sembuhlah penyakitnya.
Maa Syaa Allah...
Sungguh besar pahala bershalawat, bukankah amalan ini tak lebih dari 1 menit tuk diamalkan?
Allaahumma Shalli 'Alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad 10 X.

Cara mudah, cepat, dan tepat meraih surga. 
Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser dari tempatnya pada kiamat kelak sehingga ia ditanya tentang,
-umurnya untuk apa ia habiskan, 
-ilmunya untuk apa ia pergunakan, 
-hartanya dari mana ia mendapatkan dan untuk apa ia beIanjakan, dan 
-badannya untuk apa ia pergunakan.''(Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi) 
Kesuksesan seorang hamba di dunia dan akhirat sangat tergantung kepada kepandaiannya dalam mengefektifkan dan mengoptimalkan usianya. 
Semakin cerdas ia menggunakan usianya dalam kebaikan, semakin besar pula harapannya untuk meraih surga. Sebaliknya, semakin banyak waktunya terbuang untuk hal-hal mubah yang melalaikan -terlebih bila dimanfaatkan untuk hal-hal yang dimakruhkan dan diharamkan-maka, 
Semakin dekat ia dengan golongan sengsara di hari kiamat. Umur manusia sangatlah terbatas. Sementara kewajiban yang harus dilakukan sangatlah banyak. Hal ini menuntut setiap orang untuk berfikir cerdas memanfaatkan detik-detik usianya dalam rangka menjalankan kewajiban yang telah ditetapkan di pundaknya. 
Setiap orang harus waspada, jangan sampai umurnya banyak terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak bernilai pahala. Allah yang Maha Pemurah memberikan banyak cara untuk beramal. Satu hal yang perlu diketahui bahwa, terdapat cara-cara yang praktis, mudah, dan ringan namun dapat menghasilkan banyak pahala. 
Bila kita ingin selamat dari adzab neraka atau merasakan nikmatnya surga hanya dengan beramal beberapa menit, atau bila kita ingin pahala banyak dalam waktu singkat, Lakukan Banyak Bersholawat, Berdzikir kpd Alloh SWT, melakukan Amalan walaopun Sekecil biji Zharah .
Selamat meraih surga dengan satu menit!!!!!!!!
Allohu Akbar !!!

Selasa, 14 Oktober 2014

Tetap Bertahan dalam Indahnya Kebersamaan


#‎Muhasabah‬ Utk Pejuang Dakwah
Tetap Bertahan dalam Indahnya Kebersamaan
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”
(QS. Al Kahfi: 28)
Ada satu anekdot menarik yang masih saya ingat saat di pesantren dulu. Alkisah hidup sepasang kakek dan nenek yang sudah sangat sepuh. Suatu ketika tibalah hari milad sang nenek yang ke-69. Seperti biasa, sang kakek menghadiahkan kado ulang tahun kepada sang nenek. Namun, kali ini hadiahnya sungguh surprise. Bukan kado biasa. Kado tersebut berupa batu nisan bertuliskan nama sang nenek beserta tanggal lahirnya. Spontan sang nenek kaget bukan main. “Jadi, kakek mendo’akan nenek cepat mati??”, tanya sang nenek. “Tentu saja tidak, Nek. Supaya kita sama-sama ingat masa depan kita kelak. Bahwa kita berharap selalu bersama di dunia dan akhirat nanti…”, jawab sang kakek sambil tersenyum. Singkat cerita, tibalah setahun berikutnya di milad sang nenek yang ke-70. Dari pagi sampai malam hari di tanggal tersebut, sang kakek tidak memberikan hadiah kepada sang nenek. Tidak seperti biasanya. Sang nenek akhirnya menanyakan kepada suami terkasihnya, “kok tumben kakek nggak ngasih nenek kado ulang tahun?”. Singkat, sang kakek menjawab: “yang tahun lalu aja belum dipake….”
Pelajaran yang berharga dari anekdot tersebut adalah tentang visi ke depan yang yang dilandasi semangat cinta dan kebersamaan. Dari situlah kita memulai. “Start from the end” kalau kata seorang trainer. Ada dorongan kuat untuk menggapai apa yang ada di masa depan. Begitu pula saat kita menyusuri jalan dakwah ini. Sejak kita mengenal dakwah hingga kini kita masih dan senantiasa memperjuangkannya, maka mari kita tanyakan kembali: “sudahkah kita mengetahui apa tujuan dakwah ini?”
Setelah kita tahu untuk apa kita berada di jalan dakwah, ternyata tidak cukup sampai di situ. Al Kahfi ayat 28 di atas adalah arahan strategis dari Allah SWT kepada para aktifis dakwah tentang bagaimana seharusnya kita agar tetap tegar di jalan dakwah. Arahan tersebut berupa satu kalimat perintah dan dua kalimat larangan. Pertama, perintah untuk bersabar membersamai saudara seperjuangan dalam dakwah. Dalam kondisi apapun dan kapanpun saatnya. Siang ataupun malam. Allah SWT memperjelas detail dimensi waktu dengan diksi “pagi dan senja hari”. Berarti mewakili semua variabel waktu. Karena “pagi” merupakan peralihan dari malam ke siang dan “senja” berarti transisi dari siang ke malam. Tak boleh ada satu waktupun kita meninggalkan pejuang dakwah yang lain ataupun tertinggal dari mereka. Terus bersabar walaupun begitu beragam karakter personal mereka. Karena sekali lagi ini adalah kumpulan manusia, bukan malaikat. Tetap teguhkan hati bergerak bersama mereka, karena kita telah memiliki kesamaan visi hanya ridha Allah saja. Juga tak kalah penting bahwa proyek peradaban ini tidak bisa sekali-kali dikerjakan sendiri. Mekanisme amal jama’idan qiyadah wal jundiyah mensyaratkan kita untuk tetap bersama dakwah dan jamaah ini. Karena kalau kita tidak bersama mereka, maka kita tidak akan bersama yang lain.
Kedua, Allah SWT melarang kita terbelokkan arah dari garis perjuangan ini. Kita diperintahkan fokus pada orientasi gerakan dengan segala sarananya. “dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka…”. Juga perintah agar tidak teralihkan kepada orang selain mereka yang punya kepentingan lain di dakwah ini. Tetaplah membersamai ikhwah dalam dakwah. Merekalah sebaik-baik teman. Bukan jamaah dakwah yang membutuhkan kita, namun sejatinya kitalah yang butuh mereka. Ikhwah kitalah yang selalu mengingatkan, menguatkan, dan mengaitkan satu sama lain demi kemasalahatan dakwah. Jangan sampai pula kita berpikir untuk sendirian menyusuri jalan ini. Karena keruhnya berkumpul dalam jamaah dakwah lebih baik daripada kejernihan dalam kesendirian.
Terakhir, Allah SWT memperingatkan para aktifis dakwah untuk tidak lekang dari dzikir kepada-Nya. Bahwa dalam kebersamaan di jalan dakwah ini juga ada Rabb yang senantiasa membersamai jikalau kita menghadirkan-Nya dalam tilawah dan dzikir-dzikir kita. Senantiasa terlafadzkan asmanya dalam sujud malam dan segala derap langkah perjuangan. Sebagaimana keberlanjutan dakwah, maka keberlangsungan takwa juga termasuk keniscayaan kita dalam bergerak. Sungguh indahnya kebersamaan berlandaskan ketaqwaan. Sebagaimana Allah firmankan dalam Az Zukhruf: 67, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
Agar pertemanan kita bertahan lama. Bahkan di hari yang sangat rentan terjadi permusuhan. Agar kebersamaan kita dalam dakwah tidak hanya untuk saat ini. Bukan hanya di dakwah kampus. Kita akan bertemu suatu saat nanti di kerja-kerja dakwah yang lain. Dan kita pun berharap Allah mempertemukan kita di surga-Nya bersama rekan-rekan seperjuangan yang lain disertai Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang-orang shalih. Allahumma aammiin…
Jazakumullah khairan untuk segala kontribusi terbaik antum. Untuk semua helaan nafas, desah rasa, degup pikir, derap langkah, dan bantingan terbaik yang telah kita lakukan hingga detik ini. Allah SWT pasti memberikan yang terbaik pula. Hal jaza’ul ihsan illal ihsan… Ar Rahman: 60.
Share: Yasir Arafat

Senin, 13 Oktober 2014

ODOJ Generasi Pemuda Cinta Al Qur'an | Generasi 5:54

jadilah generasi Pecinta Al Qur'an Generasi 5:54 
ODOJ kini sedang memasuki fase istiqomah 
Fase terberat sekaligus fase ujian 
Sunatullah Karena ODOJ adalah kebutuhan,
bukan ikut ikutan Fastaqim kama umirta ( Al Huud : 112 )
(Ricky Adrinaldi, Ketua Umum ODOJ) 
Saudariku, kita yg butuh Allah Bukan Allah yg butuh kita . 
Saling mengingatkan, saling menjaga keistiqomahan 
Sesungguhnya berjamaah lebih baik daripada sendiri. 
————————-♥————————— 
 Siapakah yang dimaksud dengan generasi 5:54 itu? Mereka adalah generasi yang disebutkan dalam Al Qur’an surat 5 (Al Ma’idah) ayat 54. “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Ciri-ciri generasi atau kaum itu adalah: 1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, 2. Bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min 3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir 4. Yang berjihad dijalan Allah 5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Apakah kita termasuk di dalamnya? Jika belum, maukah kita menjadi bagian daripadanya? Merekalah yang dijanjikan oleh Allah mendapat pertolongan dan karunia-Nya. Ataukah kita justru menjadi generasi yang tergantikan yang tercantum di awal ayat tersebut? Generasi yang murtad atau yang lemah yang tidak sepenuh hati mencintai Allah, tidak bersikap lembut terhadap orang mu’min, lemah terhadap orang kafir, tidak berjihad di jalan Allah dan takut terhadap ejekan orang. Jadi inget sebuah moto yang sering saya gunakan sebagai penyemangat. BERGERAK ATAU TERGANTIKAN! Jika kita menjadi lemah, tidak bergerak atau berjihad dalam menegakkan agama Allah, dalam ber-amar makruf nahi mungkar, maka kita akan tergantikan oleh gerasi yang lain yang lebih baik dari kita. Dalam sebuah amanah wajar jika ada regenerasi, bukan itu yang dimaksud disini. Karena selepas dari satu amanah dakwah maka dia bisa pindah ke amanah dakwah yang lain. Jangan anggap amanah dakwah sebagai sebuah beban, tetapi justru sebuah nikmat karena kita masih berada di jalan dakwah. Bisa jadi dengan tidak adanya amanah justru membuat kita rentan futur. Kereta dakwah akan terus berjalan dengan atau tanpa keberadaan kita, tinggal kita yang memilih untuk tetap berada di dalamnya menuju tujuan ataukah kita berhenti di tengah jalan tidak meneruskan perjalanan. Pindah ke gerbong yang lain tidak masalah asalkan masih berada dalam kereta dakwah. Misalnya, selepas dakwah sekolah ada dakwah kampus, selepas dari kampus ada dakwah pasca kampus, dan sebagainya, masih banyak lahan dakwah yang lain. Di setiap jengkal bumi Allah yang disitu ada manusianya maka disitu berhak pula ditegakkan agama Allah.

Arrahman Pra Wedding Academy | Kajian Proses Ta'aruf


Ringkasan Materi
Majelis Malam Ahad-Arrahman Pre wedding Academy
💕 "Ijinkan Aku Mengenalmu"💕
Ust Bendri Jaisyurrahman
16 Dzulhijah 1435H
Fenomena akhir zaman
⏩HR"Akan datang pada zaman dimana sesuatu akan diberi nama tidak sesuai dgn nama aslinya"
Pacaran dibilang taaruf
Khamr dibilang alkohol 0% dst
🐞Kenapa kita taaruf?
⏩HR : " lihatlah wanita tsb, karena dgn seperti itu akan lbh pantas unt melanggengkan hubungan diantara kalian berdua (kelak)" HR tirmidzi
Dari sinilah muncul istilah nadzor (melihat secara fisik). Pada hakikatnya menilainya bukan secara fisik saja tapi secara khusus kepribadian jika kita bersama dia maka akan membawa kita sampai ke surga.
⏩HR : "wanita itu dinikahi karena 4 hal, hartanya , keturunannya, kecantikan dan agamanya .Karenanya pilihlah yang agama nya paling baik agar kamu beruntung" HR Bukhari dan Muslim
Dan yang paling utama adalah memilih yg agama nya paling baik.
🐞Dengan taaruf bisa tercapai tujuan nikah yaitu :
sakinnah = kenyamanan -dicintai
》Rasa nyaman psikis tentram dan betah .
Salah satu cirinya suami selalu ingin pulang ke rumah.
mawaddah = bergairah - tertarik secara fisik
》Ketika selalu tertarik ketika memandang wajahnya
Rahmah= kasih sayang - saling mencintai ar ruum 21
Barakah = bertambahnya kebaikan ( HR Ahmad)
Tujuan sejatinya adalah barakah. Makna salah satunya adalah bertambahnya kebaikan ketika bersama dengan pasangan akan lebih baik . Misal ketika sendiri tdk pernah sholat malam ketika setelah menikah sholat malam dst.
》Taaruf adalah jalan mula untuk mencapai jalan tsb.
》Akan tetapi taaruf bukan satu satunya jalan bisa jadi karena udah ingin menikah tapi sudah tau langsung menikah (seperti Rasulullah saw dan aisyah serta sahabat2 dahulu)
🐞 Taaruf bukan pacaran
Jangan terjebak dgn istilah
Jika rumah tangga ingin berkah maka prosesnya harus sesuai dgn syariat
⏩"Sekali kali tidak boleh seorang laki laki bersepi sepi dengan seorang wanita kecuali wanita bersama mahramnya (HR Bukhari dan Muslim)
Yang dilarang adalah berkhalwat tidak boleh berdua duaan bahkan ketika chating atau sms, jika obrolan dalam chating / sms tidak boleh diketahui maka itu indikasi dosa.
Karena dosa itu ketika kita melakukan sesuatu dan takut diketahui orang lain.
Taaruf hanya bisa berjalan jika ada fasilitator yang paham. Tujuan fasilitator agat tetap dalam koridor syar'i sehingga keberkahan itu tercapai. Jangan sampai diawali dengan hal2 yang tdk berkah. Karena proses diawal itu mempengaruhi keberkahannya.
🐞 Tipu daya pacaran
Mengenal lebih dekat padahal ajang tipu menipu.
》Karena yang dilihatkan hanyalah yang baik2 saja. Hanya melihatkan akhlaq yang semu , penuh dengan kebohongan.
Tidak akan pernah mengenal karakter lewat pacaran.
Terlihat serius menikah padahal coba coba.
》Orang pacaran itu seperti membeli buku , dibaca di toko buku tapi yang dibeli adalah yang di segel.
Merasa memiliki padahal statusnya ga jelas
》Pacaran tidak memiliki kekuatan hukum , tidak mengikat.
Memotivasi padahal menghancurkan kehidupan
》motivasi yang dibangun dengan sesuatu yang di larang Allah itu tidak ada keberkahan.
🐞 Tujuan Ta'aruf
Melihat fisik (harta dan kecantikan) 》Untuk fisik dan harta hanya perlu melihat sekilas saja tidak perlu lama lama. Nadzor sekilas saja.
》Yang penting kita nyaman.
》 Kenapa ini perlu karena apalagi perempuan pintu surganya adalah taat kepada suaminya jangan sampai seperti sahabat yang hanya karena melihat wajah suami ada kekhawatiran tidak bisa taat kepada suaminya.
》Akan tetapi yang mempertahankan keharmonisan rumah tangga bukan fisik karena fisik bisa berubah
Melihat non fisik (agama dan keturunan)
》Harus dilihat secara detail
》Agama dan keturunan mempengaruhi karakter seseorang
》Agama dan keturunannya berbeda
》Agama lebih ke ibadahnya
》Makna keturunan disini adalah akhlaq nya dibentuk oleh cara pengasuhan.
⏩ Jauhilah oleh kalian khodro' al diman - si hijau di kubangan kotoran ( HR Ad Daruqthuni)
Maksudnya adalah orang yang cantik dan tampan tapi di asuh dalam lingkungan yang buruk.
》Karena karakter dipengaruhi saat 1 -15 tahun tumbuh dan kita akan hidup dengan karakter itu
🐞 Melihat Agamanya
Lihat siapa temannya
⏩"Seseorang bergantung kepada agama temannya maka hendaklah kalian memperhatikan siapakah teman dekatnya (HR Ahmad)
Khalil =teman dekat
⏩"Seseorang belum dikatakan mengenal sebelum melakukan satu diantara tiga hal,
menginap d rumahnya ( mabit),sudah pernah safar,Pernah muamalah" ( Umar bin khattab)
Lihat referensi buku bacaanya
Bisa dilihat dari socmed juga
Dilihat dia aktif dimana
Agama mempengaruhi tabiatnya
🐞 Lihat Keturunannya
Jangan sampai kita menggadaikan umur kita untuk seseorang yang membuat kita menyesal.
Mengenal siapa orang tuanya
Mengenal pola asuh dalam keluarga
Lihat kedekatan terhadap ayah dan ibunya.
Kalau laki2 dekat dengan ibunya biasanya peka.
Kalau laki2 dekat dengan ayah akan menjadi laki2 yang tegas .
Kalau laki2 tidak dekat dgn ayah maka cenderung feminis.
🐞 Proses taaruf
1. Tukeran cv (melihat profilnya) kemudian jika sreg
2. Nadzor
3. Taaruf dengan keluarga
4. Istikharah
》Jangan terlalu asyik dengan visi , semua visi umumnya baik.
Jangan bahas visi terlalu lama tapi pahami pola karakternya.
》Pahan pola karakternya (dibentuk dari kebiasaan) . Contoh bangun tidur jam berapa, sholatnya seperti apa, pernah marah, sakit hatinya kenapa.
Bukan mencari yang sempurna tapi kita mengantisipasi kekurangannya.
》Libatkan teman dekat (kholil) tapi juga jangan terlalu sering karena bisa jadi ada kebohongan.
》Lebih utama cari kebaikan dari keburukan
⏩"Bila seseorang dari kalian meminang seorang wanita lalu ia mampu melihat dari si wanita apa yg mendorong nya untuk menikahiny, maka hendaklah ia melakukannya" ( HR Abu Dawud)
Jangan terlalu banyak mencari kekurangan tapi kebaikannya. Carilah karakter2 yang baik dengan dia.
Proses diatas kalo bisa diatas baru meneruskan atau tidak.
》Taaruf antara keluarga
》Menyembunyikan proses sebelum akad , jangan vulgar . Yang tau hanya pihak2 terdekat.
》Penuhi hak orang terkait
Yaitu orang dekat yang ada hubungannya dengan kita . Misal dekati pihak2 keluarga.
》Sering2 istighfar
Jodoh terlambat bisa jadi karena dosa yang tidak kita ketahui karena nabi adam dan hawa pun ketika turun ke bumi terpisah jauh.
Maka kita harus bertaubat dan
Adam membaca doa "Rabbana dholamna anfusana ..."
🐞 Istikharah
》Hati bersih belum terkena virus cinta
》Hindari kontak selama isrikharah
》Bawa hasil taaruf kepada Allah , kalau perlu bikin mapping (curhat kepada Allah)
》Minta pendapat orang2 salih
》Jangan terburu buru tapi jangan menunda nunda
🐞 Hasil Akhir
》Tujuan taaruf adalah mengumpulkan data bukan mencari yang sempurna , namun mencari yang diantisipasi kekurangannya.
》Baru jodoh kalau sudah akad. Maka sebelum itu terjadi masih terkait dgn syariat
》Jika tidak mau lanjut segera sampaikan jangan PHP.
》Tak perlu beri alasan. Sebab semuanya sifatnya privat
》Tak perlu umbar ke publik ttg 'dia'
Pada akhirnya....
Sebelum menikah , kita memilihnya karena ....
Setelah menikah , kita mencintainya walaupun...
Pertanyaan
1. Tahapan2 mau menikah itu ta'aruf dulu baru khitbah bukan sebaliknya.
Khitbah adalah puncak dari ta'aruf.
Dalam proses ta'aruf boleh melakukan interaksi sms , wa dalam urusan2 yang penting ,ada batasnya.
Batasannya adalah ketika apa yang didiskusikan dalam sms atau wa atau bbm itu takut diketahui orang lain karena dosa itu adalah ketika apa yang kita lakukan takut diketahui orang lain.
2. Batasan khitbah dan menikah itu pada dasarnya tidak ada batasannya tapi on progress jangan stuck bukan menunda nunda atau menggantung.
Ada juga yang lebih lama dari yang lain karena suatu hal seperti contoh salah satu pihak keluarga krg setuju sehingga ada proses tambahan.